Diberdayakan oleh Blogger.
Tagged under:

Kumpulan Sertifikat






Tagged under:

Sejarah pendidikan Islam masa raja-raja Islam di Nusantara



A.  Pengertian Pendidikan Islam
Secara etimologis pendidikan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab “Tarbiyah” dengan kata kerjanya “Robba” yang berarti mengasuh, mendidik, memelihara. Menurut pendapat ahli, Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
 Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. HM. Arifin menyatakan, pendidikan secara teoritis mengandung pengertian “memberi makan” kepada jiwa anak didik sehingga mendapatkan kepuasan rohaniah, juga sering diartikan dengan menumbuhkan kemampuan dasar manusia.
 Pendidikan Islam menurut Zakiah Drajat merupakan pendidikan yang lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis.
Dengan demikian, pendidikan Islam berarti proses bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (Insan Kamil).
B.  Masuknya Islam ke Indonesia
Masuk dan berkembangnya islam ke Indonesia dipandang dari segi historis dan sosiologis sangatlah kompleks dan terdapat banyak masalah, terutama tentang sejarah perkembangan awal Islam. Ada perbedaan antara pendapat lama dan pendapat baru. Pendapat lama sepakat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M dan pendapat baru menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-7 M.. Namun yang pasti, hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa daerah Indonesia yang mula-mula dimasuki Islam adalah Aceh. Masuknya Islam ke Indonesia ada yang mengatakan dari India, dari Persia, atau dari Arab. Yang dilakukan secara damai, dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf dan tarekat, serta jalur kesenian dan pendidikan, yang semuanya mendukung proses cepatnya Islam masuk dan berkembang di Indonesia.
C.  Pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia
Kegiatan pendidikan Islam di Indonesia lahir, tumbuh dan berkembang bersamaan dengan berkembangnya Islam di Indonesia. Konversi massal masyarakat kepada masa Islam pada masa perdagangan disebabkan oleh Islam merupakan agama yang siap pakai, asosiasi Islam dengan islam kejayaan, kejayaan militer Islam, mengajarkan tulisan dan hafalan, kepandaian dalam penyembuhan dan pengajaran tentang moral. Konversi massal masyarakat kepada Islam pada masa kerajaan Islam di Indonesia tidak lepas dari pengaruh penguasa kerajaan serta peran ulama dan pujangga.
Masa perkembangan pendidikan Islam di Indonesia itu terjadi pada beberapa periode, di antaranya adalah masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa kerajaan Islam, di antaranya :
1.    Kerajaan-kerajaan Islam di Aceh
a.    Zaman  Kerajaan Islam Samudra Pasai
 Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai, yang didirikan pada abad ke-10 M dengan raja pertamanya Malik Ibrahim bin Mahdum. Yang kedua bernama Al-Malik Al-Shaleh dan yang terakhir bernama Al-Malik Sabar Syah (tahun 1444 M/ abad ke-15 M).
  Pada tahun 1345, Ibnu Batutah dari Maroko sempat singgah di Kerajaan Pasai pada zaman pemerintahan Malik Az-Zahir, raja yang terkenal alim dalam ilmu agama dan bermazhab Syafi’i.
 Keterangan Ibnu Batutah tersebut dapat ditarik kesimpulan pendidikan yang berlaku di zaman kerajaan Pasai sebagai berikut:
1.       Materi pendidikan dan pengajaran agama bidang syari’at adalah Fiqh mazhab Syafi’i.
2.       Sistem pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqoh.
3.       Tokoh pemerintahan merangkap tokoh agama.
4.       Biaya pendidikan bersumber dari Negara.
 Pada zaman kerajaan Samudra Pasai mencapai kejayaannya pada abad ke-14 M, maka pendidikan juga tentu mendapat tempat tersendiri. Mengutip keterangan Tome Pires, yang menyatakan bahwa “di Samudra Pasai banyak terdapat kota, dimana antar warga kota tersebut terdapat orang-orang berpendidikan”.
 Menurut Ibnu Batutah juga, Pasai pada abad ke-14 M, sudah merupakan pusat studi Islam di Asia Tenggara, dan banyak berkumpul ulama-ulama dari negara-negara Islam. Ibnu Batutah menyatakan bahwa Sultan Malikul Zahir adalah orang yang cinta kepada para ulama dan ilmu pengetahuan. Bila hari jum’at tiba, Sultan sembahyang di Masjid menggunakan pakaian ulama, setelah sembahyang mengadakan diskusi dengan para alim pengetahuan agama, antara lain: Amir Abdullah dari Delhi, dan Tajudin dari Ispahan. Bentuk pendidikan dengan cara diskusi disebut Majlis Ta’lim atau halaqoh. Sistem halaqoh yaitu para murid mengambil posisi melingkari guru. Guru duduk di tengah-tengah lingkaran murid dengan posisi seluruh wajah murid menghadap guru.
b.    Zaman kerajaan Islam Perlak
Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia. Bahkan ada yang menyatakan lebih dahulu dari kerajaan Samudera Pasai. Rajanya yang pertama Sultan Alaudin (tahun 1161-1186 H/abad 12 M). Antara Pasai dan Perlak terjalin kerja sama yang baik sehingga seorang Raja Pasai menikah dengan Putri Raja Perlak. Perlak merupakan daerah yang terletak sangat strategis di Pantai Selat Malaka, dan bebas dari pengaruh Hindu.
Kerajaan Islam Perlak juga memiliki pusat pendidikan Islam Dayah Cot Kala. Dayah disamakan dengan Perguruan Tinggi, materi yang diajarkan yaitu bahasa Arab, tauhid, tasawuf, akhlak, ilmu bumi, ilmu bahasa dan sastra Arab, sejarah dan tata negara, mantiq, ilmu falaq dan filsafat. Daerahnya kira-kira dekat Aceh Timur sekarang. Pendirinya adalah ulama Pangeran Teungku Chik M.Amin.
Rajanya yang ke enam bernama Sultan Mahdum Alaudin Muhammad Amin yang memerintah antara tahun 1243-1267 M, terkenal sebagai seorang Sultan yang arif bijaksana lagi alim. Beliau adalah seorang ulama yang mendirikan Perguruan Tinggi Islam yaitu suatu Majlis Taklim tinggi dihadiri khusus oleh para murid yang sudah alim. Lembaga tersebut juga mengajarkan dan membacakan kitab-kitab agama yang berbobot pengetahuan tinggi, misalnya kitab Al-Umm karangan Imam Syafi’i. Dengan demikian pada kerajaan Perlak ini proses pendidikan Islam telah berjalan cukup baik.
c.    Zaman kerajaan Aceh Darussalam
Kerajaan Aceh Darussalam yang diproklamasikan pada tanggal 12 Zulqo’dah 916 H (1511 M) menyatakan perang terhadap buta huruf dan buta ilmu. Hal ini merupakan tempaan sejak berabad-abad yang lalu, yang berlandaskan pendidikan Islam dan Ilmu pengetahuan.
Proklamasi kerajaan Aceh Darussalam adalah hasil peleburan kerajaan Islam Aceh di belahan Barat dan Kerajaan Islam Samudra Pasai di belahan Timur. Putra Sultan Abidin Syamsu Syah diangkat menjadi Raja dengan Sultan Alaudin Ali Mughayat Syah (1507-1522 M). Aceh pada saat itu merupakan sumber ilmu pengetahuan dengan sarjana-sarjananya yang terkenal di dalam dan luar negeri, sehingga banyaklah orang luar yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu. Bahkan ibukota kerajaan Aceh Darussalam terus berkembang menjadi kota internasional dan menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Dalam Bidang pendidikan di kerajaan Aceh Darussalam benar-benar menjadi perhatian. Pada saat itu terdapat lembaga-lembaga negara yang bertugas dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yaitu:
1.      Balai Seutia Hukama, merupakan lembaga ilmu pengetahuan, tempat berkumpulnya para ulama, ahli pikir dan cendikiawan untuk membahas dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2.      Balai Seutia Ulama, merupakan jawatan pendidikan yang bertugas mengurus masalah-masalah pendidikan dan pengajaran.
3.      Balai Jama’ah Himpunan Ulama, merupakan kelompok studi tempat para ulama dan sarjana berkumpul untuk bertukar fikiran membahas persoalan pendidikan dan ilmu pendidikannya.
Adapun jenjang pendidikan yang ada adalah sebagai berikut :
1.      Meunasah (Madrasah), Terdapat disetiap kampung, berfungsi sebagai sekolah dasar.
2.      Rangkang, merupakan masjid sebagai tempat berbagai aktifitas umat termasuk pendidikan (setingkat Madrasah tsanawiyah)
3.      Dayah, Terdapat disetiap daerah ulebalang dan terkadang berpusat di masjid, dapat disamakan dengan Madrasah Aliyah sekarang.
4.      Dayah Teuku Cik, Dapat disamakan dengan Perguruan Tinggi atau akademi.
Salah satu tokoh pendidikan agama Islam yang berada di kerajaan Aceh adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang pujangga dan guru agama yang terkenal dengan ajaran tasawuf yang beraliran wujudiyah. Diantara karya-karya Hamzah Fansuri adalah Asrar Al-Aufin, Syarab Al-Asyikin, dan Zuiat Al-Nuwahidin. Sebagai seorang pujangga ia menghasilkan karya-karya, Syair si burung pungguk, syair perahu.
Ulama penting lainnnya adalah Syamsuddin As-Samathrani atau lebih dikenal dengan Syamsuddin Pasai. Ia adalah murid dari Hamzah Fansuri yang mengembangkan paham wujudiyah di Aceh. Kitab yang ditulis, Mir’atul al-Qulub, Miratul Mukmin dan lainnya.
Dengan demikian jelas sekali bahwa dikerajaan Aceh Darussalam Ilmu Pengetahuan benar-benar berkembang dengan pesat dan mampu melahirkan para ulama dan ahli ilmu pengetahuan, seperti Hamzah Fansuri, Syekh Syamsudin Sumatrani, Syekh Nuruddin Ar Raniry dan Syekh Abdur Rauf Tengku Syiah Kuala, yang merupakan nama-nama yang tidak asing lagi sampai sekarang ini.
2.    Kerajaan-kerajaan Islam di jawa
a.    Kerajaan Demak
Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Fatah pada awal abad XIV, tepatnya sekitar tahun 1518 M. Pada mulanya, Demak merupakan pusat pengajaran Islam yang dipelopori oleh Raden Fatah (tahun 1500 M), kemudian makin lama Demak berkembang menjadi kota perdagangan dan akhirnya menjadi sebuah kerajaan. Pendidikan dan pengajaran Islam bertambah maju dan penyebaran Islam seluruh pulau jawa maju pesat karena adanya bantuan pemerintah dan pembesar-pembesar Islam yang membelanya. Dengan demikian, pendidikan dan ajaran Islam mulai mendesak dan mengurangi pengaruh agama Hindu sedikit demi sedikit.
Tentang sistem pelaksanaan pendidikan dan pengajaran agama Islam di Demak punya kemiripan dengan yang dilaksanakan di Aceh, yaitu dengan mendirikan masjid ditempat-tempat yang menjadi sentral disuatu daerah, disana diajarkan pendidikan agama dibawah pimpinan seorang Badal untuk menjadi seorang guru, yang menjadi pusat pendidikan dan pengajaran serta sumber agama Islam.
Wali suatu daerah diberi gelar resmi, yaitu gelar sunan dengan ditambah nama daerahnya, sehingga tersebutlah nama-nama seperti: Sunan Gunung Jati, Sunan Geseng, Kiai Ageng Tarub, Kiai Ageng Sela dan lain-lain.
Untuk menyempurnakan rencana pendidikan, wali songo dari kerajaan Demak mengambil keputusan untuk mengisi semua cabang kebudayaan Nasional, yakni filsafat hidup, kesenian, kesusilaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan yang lain-lainnya dengan anasir-anasir pendidikan dan pengajaran Islam agar agama Islam mudah diterima dan menjadi darah daging dalam kehidupan masyarakat. Usaha ini berhasil dengan baik. Keberhasilan ini menunjukkan kecakapan, kebijaksanaan Sunan Kalijaga dan Sunan Giri dalam lapangan pendidikan dan pengajaran Islam.
b.    Kerajaan Islam Mataram.
Perpindahan kekuasaan dari Demak ke Pajang tidak menyebabkan perubahan yang berarti dalam sistem pendidikan dan pengajaran Islam. Setelah pusat kerajaan Islam berpindah dari Pajang ke Mataram (tahun 1586 M), tampak beberapa perubahan, terutama pada zama sultan Agung (tahun 1613 M). Setelah mempersatukan Jawa Timur dengan Mataram serta daerah-daerah yang lain, Sultan Agung mulai mencurahkan perhatiaannya untuk membangun negara, seperti mempergiat berladang dan bersawah, serta memajukan perdagangan dengan luar negeri.
Pada zaman kerajaan Mataram, pendidikan sudah mendapat perhatian sedemikian rupa, seolah-olah tertanam semacam kesadaran akan pendidikan pada masyarakat kala itu. Ketikan itu hampir setiap desa diadakan tempat pengajian alquran, yang diajarkan huruf hijaiyah, membaca alquran, barzanji, pokok dan dasar-dasar ilmu agama Islam dan sebagainya. Adapun cara mengajarkan dengan cara hafalan semata-mata. Disetiap tempat pengajian dipimpin oleh guru yang bergelar modin.
Selain pelajaran alquran, juga ada tempat pengajian kitab, bagi murid-mrid yang telah khatam mengaji alquran. Tempat pengajiannya disebut pesantren. Para santri harus tinggal diasrama yang dinamai pondok. Adapun cara yang dipergunakan untuk mengajarkan kitab ialah dengan sistem sorogan, seorang demi seorang bagi murid-murid permulaan, dan dengan cara bendungan(halaqah) bagi pelajar-pelajar yang sudah lama dan mendalam keilmuannya.
Sementara itu pada beberapa daerah kabupaten diadakan pesantren besar, yang dilengkapi pondoknya, untuk kelanjutan bagi santri yang menyelesaikan pendidikan dipesantren desa. Pesantren ini adalah sebagai lembaga pendidikan tingkat tinggi.


Tagged under:

Looking for Science




اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهَ
      اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ .وَصَلَّى اللهُ عَلَى أَفْصَحِ الِّلسَانِ وَخَيْرِ الْاَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِااِحْسَانِ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. اَمَّا بَعْدُ
Respectable master of ceremony…
Respectable audience…
And dear brothers and sisters…
          First ,let's thank Allah, the lord of the world, the creator of everything in the universe who has given us his mercy and blessing until we can attend in this happy place and time.
          Secondly, peace be upon to our prophet Muhammad, who has moved our soul from the bad character to the good one. Who has guided us from the darkness to the lightness in this world as well as in the of judgment.
          Thirdly, I'll never forget to thank MR. Chairman, who has given us an opportunity to deliver a speech in front of the public. Standing in front of you all I would present my speech under the title
"looking for science".
Dear audience …
          You must know that looking for science is the whole Moslem's obligation. Even the human kind in the world. It is called by our prophet Muhammad in his hadits :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
"The acquisition of knowledge is a duty incumbent on every Moslem, male and female".
          Why our prophet Muhammad obligate us to looking for science? Because science is very important to our life. With science we conquer in this world, like mountains, sky, moon, animal and planets.
          With science we can be leader of all creatures in this world, we can be the best because of our science. If we don't have we will like the other creatures. We will be foolish man and we don't know anything. So we will be worse than the creatures as like my said above, that looking for science is very important in this life. Because with it we will get fortunate in the world and hereafter.
          From what I say above, we can conclude that how the important of science by life of man. Because with it Allah wants to rise man into high rank.
          As human being, we have reason and intelligence. With this reason, we can look for science that will make us different from animal. The others creatures like animal and plant are unable to look for science, because they have no reason. That is why man is superior to other creatures. For example, man can conquer all creatures in this world such as high mountain, giant trees, wild, animal and so on.
          We can imagine, suppose if we had knowledge, will be the same as the other creatures even worse than they are. Look at a crazy man, he is worse than animal. Time and place are not limit to looking for science. The holy prophet said :
 اُطْلُبُ الْعِمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلَى الَّلحْدِ
"seek knowledge from the cradle until the grave"
Dear Moslem brothers …
          That's all for the time being. It's hoped that you understand my speech well. Finally, I would like you to forgive me if I made mistakes in my speech. Thank a lot for your attention to me. My Allah bestow on us his unless blessings to this faithful activity.
 
     وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهَ

Terimakasih Gan udah mampir di Blog Kami

http://mohammadmuhyiddin.blogspot.com/

Jangan Lupa Komentar di bawah yaaa,.,.!!!
Tagged under:

Existension of Islamic Religion in Modern

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله رب العالمين و به نستعين على أمور الدنيا و الدين. والصلاة و السلام على سيدنا محمد. و على أله و صحبه أجمعين. أما بعد.
Honorable our Ulama.
Honorable the committee of English speech contest.
Respectable the grand juries.
Respectable the participant of English speech contest.
Dear happy brothers and sisters, ladies and gentlemen.

First of all, let me have to say thanks to our God, Allah swt, who has been giving us mercies and blessings, so we can gather here in a good condition without any troubles and obstacles.
Secondly, our peace and salutation be upon with our prophet, Muhammad saw, who broke the darkness be the lightness in full of blesses, namely Islam. And because of him, the black history of human being has changed to the bright one.
Thirdly, I will never forget to say thank you very much to master of ceremony, who has given me opportunity to speak in front of you all. I hope that I can use the opportunity as well as possible.
Happy brothers and sisters. Ladies and gentlemen.
Today, many people use the technology for meeting their needs. They use the technology as though they deify the technology. They thought that they can’t life without technology. That phenomenon is caused by the spreading of technology’s wings in the global world. The technology has changed the lifestyle of the world’s society. And because of that, this era is well known by information and technology era.
In this information and technology era, many believers of some religions abuse this condition for spreading their doctrine in order they can spread their religion’s wings as large as possible. They have used the illusion world for finding more followers of their religions. And, actually the result of their great effort has appeared. The proof of my statement is the data which I have gotten. In my data, it’s stated that today, there are 2 billion protestants, 1.3 billion Moslems, 900 million Hinduisms, 850 million Atheists, 360 million Buddhists, and the other believers in some religions. If we compare this data with the previous data, we will find the significant changing of the followers’ amount. It happens because of internet. They use internet as the media of enlarging their wings o hug all of the world’s society. Internet has opened the great occasion for the religion’s community for expanding their belief. Who can use the internet efficiently and effectively for enlarging their doctrine and teaching will have the large community of their religion. And, who can’t use it well, they will be leaved by the other religion’s community. We have known that the biggest amount of religion’s followers is in Protestants’ side. Actually, we have been leaved by them about 700 million followers. Therefore, we, as Moslem young generation, must pursue our having fallen behind by equaling them with using technology as the media of spreading the doctrine and teachings.
Happy Moslem brothers and sisters, ladies and gentlemen.
Today, our beloved religion, Islam, has used the growing of technology to spread the wings. Islam has made great innovation to equal Christian in quality and quantity of followers. Islam has begun to break through the illusion world in order Islam can teach some Islamic lessons through internet. Besides that, Islam has created software to make the life of its followers to be easier. For example, today, we can teach by audio-visual technology. Such as, we teach Hajj lesson by showing a movie of Hajj to the students. We are also able to find out some argumentations of Islamic rules in Alquran, Alhadits, and the other Islamic books by using software in computer. We can decide the beginning and finishing Islamic month by using technology. There is also software to decide it. And the thing which is almost forgotten is because of the spreading of technology, we can add our Islamic knowledge. How can? Because of that spreading, there are many new problems in Fiqih lesson. Because, we have known that Fiqih is a lesson which follows the era’s demand. Recently, Islamic student of some Moslem boarding schools discuss about the law of trading something through internet. Besides, they also discuss about the law of quiz by using short message service. And, there are the other problems which are being discussion topic now. Do you know? It will add our reference to control our life. In order, we can live under the Islamic rules on true way.
Islam does not only break through the illusion world, but also the real world. Islam has created digital alquran to make life easier. In order, the busy followers can read Alquran whenever and wherever they are. Islam also has some interesting preachers who have the special characteristic. There are Aa’ Gym, Jefry Al-Bukhory, Yusuf Manshur, and the other recent preachers. The Islamic religious proselytizing is not only by speech, but also by songs and novels. Some young Islamic figures, such as Opick, spread the teaching of Islamic lesson by his vocal competence. In the middle of romance novel’s glowing, our Islamic novelist, Habiburrahman El-Shirazy, has created very phenomenal novel while teaching some Islamic lessons on his creation. He can create the novel which can make the readers feel that they are the subjects of his novel. He taught the true way for falling in love in Islam. And he gave the example of a consistent young Moslem on his principles. What a beautiful Islam is!
Actually, Islamic religious proselytizing is not only by speeches, songs, or novels, but also by all of our competence. Whatever we can do, we can use it for proselytizing Islam. We can propagate Islam by our mathematic skill, our physic skill, our English skill, and the other skill of us. We must remember that there are many scientists in our religion. For example, Al-Gebra, Al-Khawarizmi, Al-Bairuni, Ibnu Rusydi, and Al-Fairus. They use their skill for propagating Islam in the global world. It indicates that our religion has many intellectual human resources who still take care of Islam.
Ladies and gentlemen.
It’s time for us, as Moslem young generation, to prove to the global world that we can exist although this is modern era. We must prove that we are not leaved in technology. We aren’t out of date. We will always protect our beloved religion until the last breath we will breathe. We can use anything we can do for propagating our faith and spreading Islam’s wings around the world. Because we have known that the best religion in Allah’s side is Islam, our religion, we must give our body and soul for our religion.
Ok. I think that’s all and thank for your attention. I hope that m speech will be useful for us in this world and the day after. Last of saying,
والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Terimakasih Gan udah mampir di Blog Kami
http://mohammadmuhyiddin.blogspot.com/

Jangan Lupa Komentar di bawah yaaa,.,.!!!


Tagged under:

أهمية تعلّم اللغة العربية

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الذى أنزل القرأن بلسان عربي مبين. و الصلاة والسلام على النبي العربي الأمين. وعلى أله وأصحابه أجمعين. أما بعد.
تحيتي العاطرة و سلامي عليكم أيها الحاضرون، و أخصّ بخلوص فؤادي حضرة الحكماء الأحباء،
أوّلا، حيا بنا نشكر الله تعالى الذى قد أعطانا نِعما كثيرة حتى نستطيع به الإجتماع فى هذه البقاع المباركة.
 ثانيا، نصلى ونسلم على النبـي أفصح الخلائق سيدنا محمد عليه أفضلُ الصلوات و البركات والسلام.
ثالثا، أقول شكرا جزيلا على صاحب البرامج الذى قد أتاح لى فرصة ثمينة لألقي كلمة أو كلمتين عما يتعلق بأهمية تعلم اللغة العربية.
أيها الحاضرون الكرام....
قال الله تعالى فى كتابه الكريم : إنّا أنرلناه قرأنا عربيا لعلكم تعقلون. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : تعلموا العربية و علموها الناس. صدق الله العظيم وصدق رسوله الكريم.
أيها الحاضرون المحبوبون
فمن المعروف أن اللغة العربية هي لغة الإسلام والمسلمين منذ طلوع فجر الإسلام إلى نهاية ذكر الأيام. وهذا لأنّ اللغةالعربية منذ ان قضت حكمة الله إنقاذ بني الإنسان من ضلالهم، بعث الله رسوله الكريم فأنزل الله عليه القرأن العظيم بلسان عربـيّ مبين. ومنذ ذلك الحين لم تعد العربية لغة العرب وحدهم، بل لغة المسلين أجمعين من مشارق الأرض إلى مغاربها و قد قال أمير المؤمنين عمر بن خطاب رضي الله عنه : أحرصوا على تعلم اللغة العربية فإنها جزء من دينكم.
أيها الإخوة فى الله....
إذا كانت اللغة العربية بهذه المهمة يجب على كل مسلم أن يتعلمها، ويحرص على فهمها حتّى يفهم تعاليم دينه فهما جيدا حيث أنّ مصدر تعاليم الإسلام يستعمل هذه اللغة، و لن يفهم المسلم حقيقة تعالم دينه و لن يدرك أسرار معانيها إلاّ باللغة العربية. و المسلم إذا ترك اللغة العربية فإنه ترك لغة دينه، و إذا ترك لغة دينه فقد ترك تعاليم دينه وإذا ترك تعاليم دينه فقد ترك دين ربه، وإذا ترك دين ربه فقد ذهب إلى فساد. لذلك،  قال غلادستون. الرجل السياسي الإنجليزي : لن تحقق بريطانيا شيئا من غياتها فى العرب و المسلمين  إلاّ إذا سلبت  منهم سلطان هذا الكتاب أوّلا، أخرجوا سرّ هذا الكتاب ممّا بينهم تتحطم أمامكم جميع السدود. قال رجال المستشرقين :"لو أحرقنا الكتب السماوية لهلكت كلها إلا القرأن".
أيها الحاضرون المحبوبون....
وهل تعرفون السبب؟ لماذا هؤلاء النصارى يقولون هذا القول؟ لأنهم شاهدوا أنّ المسلمين فى أنحاء بلاد العالم يعلمون أبنائهم القرأن بلغتهم، لا بلغة قومهم، كما فعل  النصارى، و اللغة العربية بها يفهم المسلمون أمور دينهم، ويعرفون أسرار كتابهم، لهذا، عزم الكفار أن يحاربوا اللغة العربية وحاولوا أن يبعدوا المسلمين و أبنائهم عن هذه اللغة. فقالوا : إنّ اللغة العربية هي لغة قديمة، لا يتقدم أبنائها، وهي لغة عميقة لاينموا درسها.
والله أيها الحاضرون، إن هذا لدعوة هدامة وفكرة فاسدة. و إذا كان المسلمون يصدقون هذه التهمة، و ابتعدوا عن هذه اللغة العربية، فإنهم سيهلكون بدون أن يهلكوا ،لماذا، لأنهم ضعفاء الإيمان، لايعرفون أمور دينهم، فيعيشون عيشة غربية لا إسلامية، فأصبحوا مثل الغربيين فى أخلاقهم الفاسدة لا فى عقولهم الذكية، فيقلدون طريق حياتهم العابثة و لايقلدون طريق منظمتهم القوية.
فانتبهوا أيها المسلمون....!!!
واصحوا من نومكم واعلموا أن اللغة العربية هي أقدم لغة حية فى العالم فمنذ طوال أربعة عشر قرنا من الزمان، كانت وعاء للحضارة الإسلامية في مشارق الأرض و مغاربها. بل يقول بعض الكتاب الغربيين الصادقين أنّ الحضارة الإسلامية لها فضل لبناء البلاد الغربية، فتعلموا اللغة العربية أيها الشباب المؤمنون، و علموا أولاد المسلين يرحمكم الله.
إكتفيت كلامي، فخذوا ماهو الأحسن، فإنه من الله، ودعوا ما هو الأسواء فإنه من عمي عيني، وأخيرا أسئلكم بحور العفو.
ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته